Salah satu tempat yang dijadikan rujukan oleh beberapa orang untuk berolahraga dengan atmosfer berbeda adalah di kawasan Bandara Adisucipto Jogja. Ya, banyak yang tidak tau bahwa di belakangnya terdapat area yang setiap pagi atau sore selalu ramai, terutama saat weekend.

Keramaian lebih terlihat sore hari saat biasanya orang-orang mulai datang hendak jogging dan refreshing bersama keluarga. Beberapa orang tua datang bersama anak-anak mereka duduk manis di trotoar sembari melihat pesawat datang-pergi. Tidak hanya itu, ketika menjelang sore, beberapa pedagang nampak ikut meramaikan. Memang aji mumpung orang bilang! Olahraga, hiburan nonton pesawat, santai bersama keluarga, lalu mencoba jajanan yang berjajar. Jajanan apa saja? Seperti siomay, bakso bakar, cilok dll juga ada makanan berat yang bisa ditemukan di warung terdekat.

Jogging dilakukan di pinggir jalan sepanjang timur ke barat. Memang jalan tersebut digunakan sebagai akses cepat penduduk Berbah Sleman ke Jalan Solo. Tidak semua orang boleh melewatinya, diutamakan untuk masyarakat sekitar dan luar Berbah dengan kendaraan berstiker lanud Adisucipto sebagai tanda boleh masuk. Untuk menertibkan kendaraan yang berhenti di sembarang tempat, biasanya ada patroli yang mengatur setiap beberapa menit sekali. Nah, bagi yang ingin sekedar menonton pesawat lepas landas maupun landing, hanya dipusatkan di area selatan. Kendaraan semua hanya boleh berhenti di bagian selatan. Bagian timur yang biasanya penuh kendaraan berhenti sudah tidak diizinkan demi alasan keamanan. Namun untuk mereka yang jogging tetap dibolehkan berada di area timur landasan.

Jogging di tempat ini memang beda dari tempat lainnya. Sensasi jogging dengan pesawat yang terkadang melintas di atas kepala! Bisa dibilang wisata singkat sembari berolahraga. Tapi dalam beberapa kurun waktu terakhir,tempat ini sudah diperketat bahwa masyarakat umum tidak boleh masuk. Ini terlihat dari mobil patroli yang sering wara-wiri dan petugas yang menegaskan bahwa area ini berbahaya, bukan tempat untuk nonton pesawat.