Ketika si misterius berkata tentang misterius.
 

Misterius itu… dimana-mana terlihat biasa aja. Tidak heboh. Terlihat kaku. Pendiam, ya bagi yang sekedar kenal. Tidak mudah beradaptasi dengan cepat seperti yang lain. Tidak begitu memikirkan bagaimana itu cantik, bagaimana agar terlihat manis. Asal nyaman dan sopan, cukuplah semua.
 
Tidak mudah membaur. Sedekat apa pun dengan orang lain, pasti jaga jarak. Privasi begitu dilindungi. Banyak sisi yang belum bisa ditebak apalagi dipandang orang. Punya dunia yang berbeda dengan yang lain itu asik. Keramaian dan banyak orang sangat tidak nyaman. Menjadi orang aneh, pikiran yang aneh, cara berpikir pula aneh. Beda. Normal seakan tidak normal. Baginya keheningan terasa begitu menentramkan. Bertemu dengan orang-orang yang ‘nyambung’ dengan dunianya terasa sangat menggembirakan.
 
Lalu seseorang datang yang nampak asing di mata, dari luar golongan misterius menjabarkan pandangan dan pembelaannya. Dia ada, nyata.

 

"Misterius. Sepatah kata menyimpan banyak tanda tanya. Semua orang bebas beranggapan, namun tiada yang mengetahui secara pasti. Tentang dirimu? hiraukan mereka yang tak tau apa-apa. Dengan mudah anggapan ‘benar’ dan ‘salah’ atau ‘baik’ dan ‘buruk’ terlintas pada penilaiannya. Heyy itu hanya penilaian manusia :”) tau apa mereka tentang kamu? bahkan Tuhanmu yang menciptakan sangat menghargai dirimu dan semua makhluk ciptaan-Nya."

 

"Sudahlah, kau. Jangan berlarut akan segala kebimbangan yang terus datang. Keberhasilanmu tidak diukur dari sisi materialis akademis praktis. Hidup terasa tak berasa jika suksesmu tak dibarengi dengan jatuh bangun yang menyakitkan."

  --
gleekkkk