Tempatnya memang cocok untuk study tour anak-anak atau wisata bersama keluarga. Para wisatawan pun tak hanya datang dari sekitar Kebumen. Beberapa bahkan datang jauh-jauh dari luar Provinsi Jawa Tengah.

Ngapain wisata di Goa Jatijajar ?

Wisata menyusuri goa. Tidak berbeda dengan wisata goa lainnya, hanya saja Goa Jatijajar saat ini memang sudah tidak seperti dulu, dalam artian sudah tidak se-mengerikan karena keamanan di dalam goa yang semakin baik. Selain dipasang tangga dan pegangannya, ada beberapa lampu sebagai penerang. Masih ingat jaman dulu kala menyusuri goa di Pangandaran dan Pacitan hanya berbekal senter di tangan. Sangat gelap. Nah di Goa Jatijajar ini, biasanya orang yang masuk dalam jumlah banyak sehingga banyak teman dan bebas dari takut kegelapan. Dengan begitu, pengunjung akan lebih ‘dipermudah’ terjun ke tembok-tembok goa tanpa rasa was-was. Tapi harus tetap hati-hati karena licin.

Alasan lain beberapa wisatawan datang, yaitu melihat sumber mata air di dalam goa yang konon menurut orang sana berkhasiat membantu tetap awet muda. Ada beberapa sumber mata air di bawah goa dan memang banyak juga yang datang sekedar membasuh kaki tangan muka. Selain itu, wisata Jatijajar ini memang dipilih sebagai alternatif lain yang dirasa berbeda karena kebanyakan wisatawan yang datang ke Kebumen membidik wisata air dan pantai.

Setelah selesai wisata alam dan sejarah di Goa Jatijajar, para pengunjung juga bisa sekalian mencoba wisata kuliner Kebumen. Apa lagi kalau bukan MENDOAN. Jangan heran kalau ketemu tempe mendoan jumbo karena biasanya mendoan yang dijual di sana ukurannya sedikit lebih besar dari pada tempe mendoan di daerah lain. Ada lagi yang biasa dinikmati bersama mendoan, yaitu nasi pecel sayur berdampingan dengan es dawet ayu atau bahkan kelapa muda. Soal tarif? Jangan khawatir karena wisata alam dan kuliner Goa Jatijajar amat sangat terjangkau!

 

 youtube : https://youtu.be/U72SfZD4Y1c