Betapa besar pengaruh lingkungan dan orang sekitar… salah dua dari elemen penting mendasar dalam kehidupan yang didambakan semua orang. Dari sinilah lahir cerita dari tiap – tiap orang yang berbeda.

Lingkungan dalam lingkup yang lebih kecil yakni keluarga, dikenal sebagai pondasi yang menentukan kokoh tidaknya tiap individu di dalamnya. Ketika salah seorang berproses, berjalan menemui kesulitan besar dan kembali kepada keluarga, sebagian akan datang lagi dengan percaya diri yang tinggi dan kekuatan kuat berkali lipat. Bersyukurlah dalam keadaan yang demikian, tak perlu repot-repot membenahi hati, sabar, dan tetap fokus pada tujuan. Namun sayangnya tak semua berada dalam situasi yang sama. Sebagian berjuang bersusah payah untuk menguatkan diri sendiri, membagi pikiran untuk yang lain dan tentunya tetap berjalan pada tujuan meski harus merasakan perih pedihnya emosi terpendam.

Ketika peran anggota bergeser entah faktor apa saja, dampak mulai ada, keselarasan meluntur, terlihat raga tapi hati tak berasa, betapa berat menerima kenyataan kenapa tak semua bisa dan harus berada dalam situasi seperti ini. Masa tumbuh, berproses, pencarian jati diri, semua dilaluinya tanpa bahagia akan perhatian penuh serta pertanyaan-pertannyaan yang umumnya didapat seperti yang lainnya. Akibatnya, seperti ada yang salah, beda, kurang dari fase hidup sebelum-sebelumnya. Dalam jangka yang lebih panjang akan menggerus mental, kepribadian dan mimpi dari sebagian orang. Bayang-bayang kengerian, kelam, gelap terbesit. Tak mudah bangkit seperti yang diteriakkan mereka. Bangkit tak sekedar satu kata tujuh huruf yang dengan gampangnya dilafalkan untuk dilalui. Tuntutan maju tak selaras dengan ucapan membanding-bandingkan dengan yang lain. Perbandingan yang kurang adil karena mereka yang dibandingkan tidak berada dalam situasi dan posisi yang sama. 

Sisi satunya, melihat sebagian yang berhasil dengan keharmonisan, kebahagiaan tulus dalam hati bercampur iri dengan kisah orang lain. Tak ada yang perlu disalahkan, semua sudah terlanjur terjadi. Orang-orang di zaman sekarang yang judgmental, menilai apa-apa dari dirinya yang serba benar, merendahkan orang lain secara sadar ataukah tidak tanpa menoleh ke kaca barang sebentar, ataupun berkomentar tentang apa yang terlihat dari luar. Sungguh, dunia ini rasanya benar-benar tak sedamai dulu. Kapan lagi ada waktu dimana semua orang saling menghormati, menghargai, toleransi?

 

Its oke kawan, bisa! Fokus pada pilihan, masa lalu atau masa depan untuk kebahagiaan.