Akhirnya… nulis lagi setelah sekian lama.

Buat para busmania pasti sudah nggak asing lagi sama Si BUDIMAN ini. Banyak yang bilang kalau bus satu ini adalah penguasa jalur selatannya Jawa Barat. Jadi, bus ini melayani berbagai rute dari dan atau ke Jawa Barat serta menjadi salah satu alternatif terfavorit bagi para penumpang.

Beberapa waktu lalu, saya ada keperluan untuk ke Jawa Barat. Setelah mikir berkali-kali akhirnya diputuskanlah naik bus saja dibanding kereta. Alasannya sih simpel karena nggak tergesa-gesa sekaligus pengen nikmati ´me time´ di jalanan.

PESAN TIKET SEBELUM KEBERANGKATAN

Saya berangkat dari Yogyakarta. Sebelum hari keberangkatan, saya datang ke pool/agent Bus Budiman di Jalan Imogiri Timur No 206 (utara SMA Berbudi Yogyakarta) untuk memesan tiket. Sebenarnya bisa juga sih langsung datang saja di hari H tanpa pesan sebelumnya asalkan datang seawal mungkin. Alasan saya datang pesan sebelumnya karena takut kehabisan tiket, tapi selama bukan di waktu-waktu liburan sepertinya santai saja kalau mau langsung beli di hari H keberangkatan.

Pemesanan tiket dilayani maksimal 3 hari sebelum keberangkatan, nanti kita bisa pilih seat atau tempat duduk yang masih tersedia. Setelah itu kita bakal diberi selembar kertas kecil nomor seat yang harus dibawa saat hari keberangkatan untuk ditukarkan dengan tiket/karcis. Saya pikir pembayaran tiket langsung pas pemesanan, tapi saat itu saya disuruh bayar di bus langsung pas hari H.

WAKTU KEBERANGKATAN DARI YOGYA

Setiap hari rute Yogya-Tasik melayani keberangkatan di pagi (kurang lebih tiga kloter dimulai pukul 06.30) dan sore (kurang lebih tiga kloter dimulai pukul 15.30). Selain ke Tasikmalaya, Budiman juga melayani keberangkatan ke Bandung. Harga tiket Yogya-Tasik adalah Rp105.000, sedangkan Yogya-Bandung Rp 120.000. Keduanya merupakan bus kelas bisnis AC dengan konfigurasi seat 2-2, Wifi, sudah termasuk voucher makan satu kali dan air mineral 330ml.

Saya memilih keberangkatan paling awal, yaitu pukul 06.30. Waktu menunjukkan pukul 06.00 dan saya sudah berada di pool. Sekitar 06.30 lebih sedikit, bus mulai meninggalkan pool menuju terminal. Jarak pool Budiman Jogja ke terminal sangat dekat, kurang dari satu kilometer. Di terminal, bus berhenti untuk menunggu dan mengambil penumpang, lalu pukul 07.00 mulai bergerak meninggalkan terminal.

Dalam perjalanan, bus singgah sebentar ke agen-agen kontrol Budiman serta beberapa terminal untuk mengambil penumpang. Kurang dari setengah seat terisi saat itu. Sepertinya benar kata orang-orang, biasanya jadwal keberangkatan sore lebih rame dibandingkan pagi.

Sekitar pukul 13.00 Bus memasuki rest area SPBU 44 531 32 Lumbir (Banyumas) untuk istirahat sejenak sekaligus makan siang dengan menukar voucher dari tiket. Terlihat beberapa Bus Budiman lain terparkir di depan RM yang sepertinya milik Budiman. Ada beberapa paket pilihan makanan yang bisa ditukar dengan voucher makan, seperti paket A (nasi+ayam+sayur), paket B (nasi+telur+sayur), paket C (nasi+soto), atau paket D (nasi+bakso). Jika terlalu banyak mengambil pilihan makanan (melebihi batas yang ada di paket) maka kita harus membayar kelebihannya itu. Voucher makan tidak bisa diuangkan, maka dari itu sayang sekali jika dilewatkan hehehe. Bus istirahat kurang lebih 30 menit, cukuplah untuk makan, toilet dan ibadah.

TIBA DI TASIKMALAYA

Setelah kurang lebih menempuh perjalanan 9 jam, akhirnya Bus Budiman 358 kembali ke kandang alias sampai ke tempat tujuan. Pool Tasikmalaya tampak sibuk, ramai dan besar, bisa dikatakan seperti terminal.  

Kesan pertama kali naik Bus Budiman saya kira cukup nyaman dan menyenangkan. Dikarenakan banyak bangku kosong, saya benar-benar bisa ´me time´ dengan suguhan alam Indonesia sekaligus free wifi. Jadi, tidak perlu takut nggak ada sinyal karena chatting dan internet lancar. Bapak pengemudi bus juga terlihat calm, tenang. Selain itu bapak kondektur juga baik, datang ke tiap-tiap seat untuk membagi password wifi, enak diajak ngobrol. Bapak kondektur juga menanyakan kepada penumpang bagaimana tanggapan mengenai kualitas wifi dengan memberikan selembar kertas yang diisi oleh penumpang. Jadi, dari pengalaman pertama kali ini, saya tidak kapok naik Bus Budiman lagi next time.