Proses kehidupan menerjang tanpa bisa menghindar. Kata orang, apa pun harus dihadapi bagaimanapun keadaannya. Iya, semuanya dijalani saja kok.. gimana rasanya, keadaan, serta hasilnya. Waktu malah terus menekan hingga akhirnya membuka jawaban (pada saatnya). Manis pahit asam asin kehidupan yang dirasakan sekarang memang belum cukup jika dibandingkan dengan saat nanti. Kata orang-orang tua, bahkan pahit pahitnya yang sekarang masih belum ada ada apa-apanya. Apa pun..
 
Pun demikian, rencana-rencana yang telah dirangkai jauh-jauh hari mulai kembali ditata. Boleh bergeser, namun janganlah berguguran. Tak mau yang muluk-muluk, asal cukup. Proses tak melulu soal karier, asmara, atau soal mau jadi apa. Yah.. tak banyak bercerita. Biar diri sendiri yang menjalani, memikirkan plans a b c d e f g h i .. 
 
Kemudian, tak ingin tanya hati maunya apa. Bahagia tak hanya didapat dari satu jalan saja. Jalan-jalan terjal memang masih panjang dan bisa mencelakakan. Akan tetapi masih berkesempatan bisa lolos dari sepak terjang mengerikan menyedihkan. Tak banyak yang tau, bahkan mungkin tak ada. Bercerita pada Yang Maha Kuasa memang lebih dapat dipercaya. 
 
Yehee.. berasa aneh bodoh sekalii.. Jikalau dipandang sebelah matapun tak apa. Karena sebagian besar melihat dengan mata, yang di luarnya, tanpa mengerti apa yang sebenarnya XDDDD
 
 
***
Memang, sebuah karangan bebas dengan susunan kalimat yang membingungkan. Tak perlu dipikirkan, cukup dibaca saja selintas, tidak pun tak masalah :V