Dua insan yang terhalang… lalu muncul rasa bosan.  

Dalam suatu keadaan, pasti lumrah (wajar) saja merasa bosan. Apalagi melihat kenyataan bahwa keduanya tengah berjuang. Banyak sekali halangan di depan, banyak pula yang menyerah atau gagal. Kembali lagi, itu pilihan.

Memperjuangkan kebersamaan, butuh proses, tidak instant. Kadang terpikir capek juga karena tantangan dan gangguan lebih besar. Sayang sekali kalo berhenti di jalan, belum sampe tujuan. Kan komitmen sudah sejak awal, jadi harus dong diperjuangkan.

Untuk mengatasi kebosanan-kebosanan yang kadang hinggap dengan seenaknya, pasti tiap orang punya cara untuk menyiasatinya. Begitupun kami. Kesibukan kadang juga membatasi akses untuk saling terkoneksi. Sesibuk apapun, pasti sempat luangkan waktu untuk berkomunikasi.

Biasanya begitu weekend tiba, wah bahagianya!

  1. heart Berbagi cerita

Berbagi cerita memang bisa dilakukan kapan saja. Setiap hari, setiap saat, bahkan ketika dalam keadaan sibuk pun, kalau kita ditempatkan sebagai prioritas, pasti komunikasi tetap berjalan lancar. Berbagi cerita bisa di sela-sela aktivitas, atau bisa juga saat sama-sama ketika waktu sudah luang. Hal-hal kecil bisa menjadi cerita, tak perlu memilih topik ketika kamu bersama orang yang sudah nyambung dan nyaman bersama. Dengan berbagi cerita –mau hal kecil atau hal sepele sekali pun- akan membuat keadaan tetap baik dan lega.  

Banyak kasus, komunikasi tidak intens. Jangankan untuk berbagi cerita. Balasan chat saja datang berhari-hari setelahnya dengan alasan pekerjaan atau bahkan tanpa ada kejelasan. Kalo sudah begitu, perlu kita berpikir ulang apa benar layak dipertahankan. Jika alasannya masuk akal, misalnya projek atau tugas lapangan, mungkin berada di suatu tempat yang kurang terjangkau untuk sementara waktu, atau bisa juga karena wajib militer, tentu saja kita harus bisa menerima. Tapi kalau alasan meeting, sibuk, atau hanya ada urusan tanpa memberi kejelasan, yang ada chat tidak dibalas berhari-hari, mending dipikir lagi. Sesibuk-sibuk urusan apapun, akan ada waktu untuk membalas pesan. Sepenting-pentingnya orang, jika kita masuk dalam prioritasnya, pasti akan menyempatkan untuk selalu terhubung, menjaga komunikasi agar tetap tersambung.

  1. heart Belajar sekaligus nambah wawasan

Bisa dilakukan setiap waktu, setiap hari. Mungkin beberapa ada yang tidak bisa setiap hari karena kesibukan masing-masing. Tapi saat weekend tiba, tentu ada waktu luang keduanya. Mengisi weekend bisa dengan belajar. Belajar ini tidak selalu harus memakai buku alias catet-catet dan corat-coret. Belajar bisa dari lingkungan sekitar, ngobrol tentang peristiwa yang lagi booming, ngobrol budaya, bahasa, tradisi, sejarah dan semua tentang negara masing-masing akan sangat mengasyikkan. Dengan dialog entah itu dari via text atau suara, membicarakan hal yang baru, akan mengurangi kebosanan. Apalagi belajar bahasa penting. Mungkin bisa dicoba untuk mengasah atau mengembangkan kemampuan bahasanya –terlebih untuk negara yang bukan penutur bahasa inggris- dengan menentukan waktu untuk belajar bersama.

  1. heart Main game

Hiburan banget ini. Kita bisa pilih, game online untuk double player. Yang tidak terbiasa main game, pilih game yang mudah-mudah saja. Misanya catur, ludo, kartu, balap motor/mobil. Bermain game ini cukup bisa menghilangkan kebosanan sejenak.

  1. heart Video calling

Video calling mungkin sudah biasa dan sering. Nah untuk mengurangi kadar kebosanan, kita bisa melakukan panggilan video ini. Mungkin sebelumnya bisa ditentukan dulu rencana video call hanya untuk mengobrol biasa, berbagi cerita (curhat), atau hal lain. Contohnya, video call saat melakukan aktivitas lain, memasak misalnya,  kita  bisa melihat persiapan, proses memasak, hingga saat makanan sudah matang. Nambah ilmu lagi kan. Misalnya lagi, video calling bareng keluarga, saudara atau teman, selain rasa bosan berkurang,  juga sebagai media perkenalan satu sama lain dan memupuk kedekatan.   

  1. heart Jalan-jalan

Saat akhir pekan dan keduanya sama-sama santai, bisa dicoba refreshing keluar sebentar. Bingung keluar kemana? kemana saja. Cerita dari  pengalaman sendiri, sering doi yang jauh di sana pergi ke suatu tempat, mengambil beberapa foto/video lalu mengirimkan ke saya (atau sebaliknya). Dari situ, ada obrolan dan ilmu baru. Pergi ke objek wisata, pasar, taman, atau bahkan perpustakaan daerah bisa dijadikan pemecah kebosanan meskipun hanya sekedar dari layar virtual. Jadi dengan jalan-jalan bisa refreshing + menambah pengetahuan, yang jelas juga menyingkirkan rasa bosan.

Sebenarya masih banyak cara lain untuk membunuh kebosanan. Dari poin-poin di atas, bisa dilihat bahwa komunikasi itu penting meskipun keduanya dalam keadaan bosan. Jika bosan, ingat yuk pada komitmen di awal!