Berawal dari informasi yang didapat bahwa Kesatuan Bangsa School (KBS) akan mengadakan Festival Bahasa dan Budaya, maka saat itu Sabtu 27 Februari 2015 saya dan teman saya berniat hadir di acara tersebut. Dengan bermodalkan GPS dan sinyal internet yang naik turun, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Sebelumnya, kami mendapat ancer-ancer bahwa KBS terletak di Jalan Wates, daerah Sedayu, atau gampangannya di samping universitas Mercubuana. Kami bukan alumni dari sekolah mitra pasiad, jadi kami belum lama tau bahwa di Jogja ternyata ada. Sebenarnya mudah dicari, tapi kalau buta arah memang membuyarkan. Setelah ketemu, barulah kami ngehowalaaah di sini too tempatnya’..
Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika kami sampai di KBS. Disambut dengan awan mendung yang mulai tidak malu menampakkan diri, beberapa orang terlihat lalu-lalang entah berwajah sama layaknya kami  ataupun mereka yang berwajah campuran :V. Tampak di sekitaran panggung penuh ramai. Tarian-tarian sedang dipertontonkan. Kami pun masuk, mengisi daftar tamu, dan mencari tempat.
Festival Language and Culture’ SMP-SMA Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School terlihat menarik perhatian. Berbagai pertunjukkan seni dan kreativitas para siswanya, juga bazaar makanan serta pernak-pernik ala Indonesia-Turki terkesan kental nuansa percampuran antara nusantara dan negeri dua benua.
Empat Bahasa Satu Hati. Beberapa pementasan di panggung menggunakan bahasa Indonesia, Turki, Inggris, dan Jawa. Stand bazaar mulai terisi, ada yang tetap menikmati pementasan di panggung, ada juga yang mulai tergoda keluar menengok apa saja yang dijajakan. Mulai dari berbagai makanan Turki, beberapa macam makanan minuman ala Indonesia, Batik, aksesoris dan hijab Turki, dsb.
Sebelum pulang, kami sempat mencicipi beberapa makanan di stand.