Beberapa waktu yang lalu, buka beranda Facebook dan nemu postingan di akun Backpacker International (BI). Seorang mas-mas yang kena apes saat sedang wisata ke Turki, tepatnya di Istanbul. Awalnya berhadapan dengan scammer, kemudian kecopetan di bus hava bandara sampai tas ransel dan dompet hilang termasuk dokumen-dokumen penting di dalamnya. Beruntungnya, ada mas-mas staff KJRI Istanbul yang membantu dan mengawal semua proses hingga akhirnya mas-mas backpacker ini bisa kembali ke Indonesia.

Ada lagi mbak-mbak yang bersama temannya kecopetan lalu harus bermalam di kantor polisi di daerah Besiktas. Menurut postingan mbaknya, si pencopet wanita ini bukan warga asli Turki melainkan pengungsi. Aksi pencopet bersama temannya ini mengelabui target di dalam transportasi umum, tempat yang ‘cocok’ karena ramai dengan orang berjejalan.

Kemudian beberapa bulan yang lalu sempat nonton di Youtube ada seorang vlogger yang berbagi pengalaman buruknya ketika berada di area Blue Mosque Fatih, Istanbul. Dijanjikan melihat pemandangan indah Blue Mosque dan Hagia Sophia dari rooftop yang akhirnya malah dipaksa untuk membeli salah satu produk di sebuah toko dengan harga selangit. Beruntungnya lagi, si mbak ini bisa keluar dari jebakan toko karena pintu tidak dikunci.

İtu hanya tiga dari sekian banyak cerita-cerita menyedihkan tentang Istanbul di luar sana. Istanbul, terutama kawasan wisata memang rawan akan hal-hal semacam itu. Terlebih daerah Taksim dan area Sultanahmet atau Blue Mosque. Modus untuk menipu juga beragam, ada yang awalnya hanya mengajak kenalan, dijebak di toko, berkedok tour guide, bahkan hipnotis.

Belajar dari hal-hal tersebut di atas, tentu kita harus lebih aware lagi dengan sekeliling kita. Apalagi destinasi ke Turki mulai jadi favorit bagi para pelancong Indonesia beberapa tahun belakangan. Selain budget yang lebih terjangkau dari pada negara-negara kawasan Eropa lainnya, banyak faktor dan kesamaan yang membuat Turki banjir turis dari Indonesia.

Apakah Turki, khususnya Istanbul masih aman? Tentu. Tapi pelajari tempat yang ingin dituju dulu dan harus tetap berhati-hati. Terlebih wanita, juga harus lebih ekstra. Apalagi sendiri.

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan bagi yang berencana ke Turki:

1. Budget

İni paling penting dan utama. Dengan budget sekian, bisa membuat perkiraan untuk stay berapa lama di Turki. Oh iya, anggarkan juga dana tak terduga, untuk berjaga-jaga saja jika terjadi hal di luar perkiraan.

2. Penginapan

Paling tidak teman-teman sudah tahu ke mana tempat yang ingin disinggahi selama di Turki. Beberapa opsi menginap di hotel, sewa flat/apartemen atau hostel. Tentu harga sewa kamar hostel lebih miring. Ada yang lebih memilih sewa flat, dirasa lebih hemat dan leluasa jika liburan bareng rombongan/keluarga.

Harga sewa beragam. Hotel atau hostel bisa dicek misal di www.booking.com, sewa flat/apartemen coba di www.airbnb.com .

Kalau ada kenalan yang memberikan tumpangan, pastikan memang sudah benar-benar mengenal atau bisa dipercaya.

3. Transportasi

Selama di Istanbul/Turki, rencana pergi ke tempat-tempat yang dituju pakai apa? Transportasi umum seperti dolmus/angkot, bus, metrobus, tramvay, metro, kapal ferry, marmaray, atau bahkan taksi? Pelajari dulu sistem transportasinya. Untuk lebih hemat, tentu memakai transportasi umum.

Coba cek sebuah blog yang membahas tentang sistem transportasi umum di Istanbul pada link ini.

4. Aplikasi yang Mendukung

Download apa saja aplikasi penunjang untuk segala keperluan di handphone/gadget.

5. Ada Kenalan

Kalau ada kenalan/keluarga/teman yang tinggal di Turki, sepertinya lebih lumayan mendingan. Kalaupun tidak ada, paling tidak cari tahu tempat-tempat yang bisa dimintai bantuan semisal terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Bukan bermaksud apa-apa, hanya sedia payung sebelum hujan. Seandainya lagi tidak beruntung dan butuh bantuan, hubungi kedutaan/konsulat terdekat.

----

Lalu, bagaimana jika kita mengalami kesiaalan misalnya kehilangan paspor di Istanbul?

Setelah membaca dari beberapa artikel di internet dan sosial media, berikut kesimpulannya:

Pertama coba dulu atasi sendiri, misalnya dengan mengingat-ingat dahulu apakah kelupaan/teledor, usaha mencari, tanya ke orang sekitar, mencari cctv jika perlu. Apabila memang benar-benar semua dokumen penting termasuk paspor hilang/kecopetan, segera urus terlebih dulu surat laporan kehilangan di kantor polisi yang ada di lokasi kejadian kehilangan/kecopetan. Setelah itu, barulah hubungi KJRI/KBRI terdekat untuk dibuatkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dengan biaya lima dollar.

Note:

1. Usahakan dompet, handphone, paspor berada di sebuah tas kecil yang mudah kita jangkau, selalu menempel dengan badan kita. Jangan pernah tinggalkan tas yang berisi barang-barang penting itu, bahkan ke toilet pun tetap harus dibawa.

2. Jika terpaksa membawa banyak uang cash, jangan semuanya ditaruh di dompet. Sisipkan sebagian di bagian lain, misalnya saku tas bagian dalam, saku pakaian/jaket, dll. Paling aman uang tetap menempel terus di badan.

3. Ketika berada di bus/metro atau alat transportasi umum lainnya, jangan lengah! Tetap selalu waspada meskipun penuh dan saling berjejalan. Usahakan tas yang berisi barang penting tetap dalam jangkauan/pengawasan kita.

4. Jangan mudah percaya sepenuhnya kepada orang yang baru dikenal. Tetap gunakan akal sehat, jangan tergiur fisik dan rupa. Banyak juga scammer dengan fisik dan style yang memikat, menggunakan keadaan untuk memperdaya si target.

5. Jika berjalan kaki sendiri, pilih jalanan yang ramai lalu lalang orang-orang. Jangan malu bertanya kepada petugas keamanan apabila kurang jelas atau ada hal yang ingin ditanyakan.

6. Hubungi KBRI/KJRI terdekat apabila membutuhkan bantuan.  

Alamat KJRI Istanbul di  Esentepe Mahallesi, Keskin Kalem Sk. No:13, 34394 Şişli/İstanbul. Telephone: +90 (0212) 674 86 86.  

Alamat KBRI Ankara di Prof. Dr. Aziz Sancar Cd. No. 10 (Lama: Abdullah Cevdet Sk. No.10) PO Box 42 Çankaya 06680 Ankara/Turki. Telephone: +90 ( (0312)  438 21 90.

---

NAH, apakah teman-teman sudah siap menjelajahi Istanbul Turki? Jangan lupa tetap selalu waspada dimanapun kita berada dan jangan terlena. Have a nice trip!