Pertama tau Turki Cuma namanya aja nggak asing tapi nggak tau apa-apa dari Negara itu selain letaknya, benderanya, juga satu dua pemain sepakbola dari sana. Setelah cari cari tahu beeehhh itu Negara eksotis banget ya..
Dulu temen Turki sempet bilang ‘coba kamu cari tau tentang turki dan karakter cowoknya..’ duh aku gatau apa2, searching tapi nggak membantu banyak kalo nggak ngalamin sendiri. Dan karena waktu terus berjalan walhasil ada sedikit pandangan gimana sih karakter cowok-cowok Turki itu?
 
Keras tapi sebenarnya lembut
Cowok Turki pada umumnya punya karakter keras. Kalo ngomong sesame orang sana heaaaa mungkin beda dibanding ngomong sama kita-kita. Kalo ngomong sama orang Indonesia mereka agak menghaluskan logatnya karena tau orang Indonesia nggak sekeras mereka. Karakter keras itu terlihat ketika mereka rebut-ribut di jalan (eiits ternyata itu udah biasa, bukan lagi bertengkar lho). Sering juga karena karakter kerasnya sering terjadi kesalahpahaman hehe kita ngiranya dia marah eh ternyata enggak.. itu soal bawaan dia katanya yang susah dikendalikan tapi maksudnya bukan marah. Namun di sisi lain sifat kerasnya, cowok Turki hatinya lembut maksudnya dia benar-benar kalo punya empati pada seseorang akan care banget gimanapun caranya dia akan berusaha tetap peduli ke orang yang menurutnya penting dalam hidupnya. Walaupun egois plus ngambekan tapi itu yang bikin 'wih' sama-sama belajar buat mengerti satu sama lain.
 
Ada yang modern, ada juga yang konservatif
Ternyata nggak semua cowok Turki kolot. Mungkin sebagian besar orang pikir Turki itu Negara Islam sehingga sifat kolotnya minta ampun. Ternyata oh ternyata yupss memang banyak dari mereka yang sangat-sangat menjunjung nilai-nilai dan menghargai budayanya, serta taat pada ajaran agama. Mereka paham akan pergerakan zaman namun masih setia dan tidak beranjak dari sifat yang terlalu menjaga diri. Dan kebanyakan cowok yang cenderung konservatif ini banyak ditemui di desa-desa. Selain itu, banyak juga cowok Turki yang metropolis, sangat modern. Kadang kita ngira wah itu orang western dari mana ya? Oh Jerman, Prancis atau Inggris mungkin. Eehh ternyata itu dari Turki. Banyak juga yang seperti itu. Mereka benar-benar melebur dengan budaya masyarakat Eropa. Banyak yang sudah meninggalkan sifat kolotnya hingga menjadi masyarakat kalangan modern yang fleksibel. Contohnya, cowok konservatif biasanya melarang istrinya untuk pulang larut malam bahkan dalam urusan pekerjaan sampai-sampai ia rela istrinya untuk tidak bekerja guna menghindari pulang malam. Sedangkan cowok yang lebih modern sebaliknya. Ini biasa banyak dijumpai di kota-kota besar, bisa dilihat ABG ABG mereka yang sering ngeclub dulu atau nongki-nongki di café juga banyak hingga larut malam.
 
Ngotot : Segan dibayarin cewek
Nah seberapapun dia lagi nggak punya uang, cowok Turki sangat segan ceweknya bayarin sekedar beli makan atau parkir sekalipun. Jadi yang aku rasain, dimana-mana kita harus ngeluarin uang, mereka pasang badan dan nggak mau dibayarin (iyalah cowok gengsi dibayarin wakaka). Tapi nggak enak juga sih terus-terusan dibayarin, gimana gitu tapi kalo kita keukeuh bayarin dianya bisa  banget marah ke kita. Pernah beberapa kali habis makan, aku coba ke kasir buat bayar, tapi dianya langsung sigap sampai-sampai di depan kasir kita rebutan buat bayar dan mbak mbak kasirnya bingung. Padahal awalnya udah ada perjanjian kalo bayar makan harus gentian eh tapi dianya cuma iya iya aja dan tetep maunya bayarin -_- ada enaknya plus ada nggak enaknya euy. Tapi kalo kepepet kondisi nggak memungkinkan sehingga kita para cewek yang harus bayar, dia bakal kasih banyak omongan perjanjian untuk mengembalikan rasa gengsinya. Maksudnya jika dalam keadaan tertentu cewek harus bayar, dia akan cari cara lain untuk menggantinya itu walaupun bukan dengan uang. 
 
Penuh perhitungan
Jadi kalo mereka yang serius dan nggak suka main-main lagi plus tinggal tanpa orang tua, cowok Turki bakal berusaha mikir sesuatu dengan matang. Berapa pendapatan, berapa yang harus dikeluarkan untuk biaya hidup, dll. Mungkin hampir sama ya tapi beneran jago mengelola keuangannya. Bahkan cowok Turki rela setiap hari masak sendiri dibandingkan beli. Ya beneran kalo di Indonesia dimana-mana warung murah praktis tinggal beli nah kalo di sana karena perhitungan cowok-cowok lebih milih masak tiap hari bahkan seminggu makan beberapa kali makanan yang sama (dan bosen nggak bosen makan itu makanan sama mulu) hahaha. Itulah tapi seenggaknya mereka jago masak ;’) walaupun untuk dirinya sendiri hehehehe
Tidak hanya soal makan, soal yang lain pun misal membeli sesuatu dia akan bertanya ke beberapa toko terlebih dahulu baru kemudian dia beli di tempat yang paling murah :P atau pernah beberapa kali kita pergi beli di swalayan nah karena parkir, dia sempat bingung lah dimana-mana kok ada parkir-parkiran. Sampai-sampai dia bilang buat parkirin motor di rumah temen aja (yang mana jaraknya sekitar 200 atau 300 meteran) lumayan dari swalayan. Tuh saking sayang dan perhitungannya dia sama uang 1000. Salut daaahhh koplak bener bahkan kita kadang gampangin cuma seribu daripada jalan jauh.. haha 
 
Sayang keluarga
Nah cowok Turki itu penyayang terlebih pada keluarganya. Kedekatannya dengan seorang Ibu benar-benar terlihat. Tidak hanya itu, pertama kali mengenal keluarganya kita bisa ngerasain kalo hubungan satu keluarga begitu erat. Sampai-sampai tidak heran bahwa dari beberapa cerita (mereka perempuan Indonesia yang bersuami orang Turki) banyak sang mertua yang masih ikut mencampuri urusan rumah tangga anaknya hehe duh yaaa.. tapi ditunjukin atau tidak sayang mereka pada keluarga dan orang sekitar, kita bisa merasakannya kok. 

 
Over Protektif , Posesif, dan Cemburuan
Yang ini kadang bikin gila. Entah pasti ada baiknya tapi sifat-sifat tersebut susah bikin kita buat ‘gerak’. Pertanyaan-pertanyaan semacam
‘kamu bicara sama siapa? Cowok atau cewek?’ ,
‘ kamu mau pergi kemana sama siapa ada temen cowok yang ikut nggak?’ ,
‘ada cowok nggak? Kalo ada nggak usah ikut main’ -_- yaelaahh
Apapun yang berkaitan sama ‘cowok selain dia’ pasti dicurigai. Kagak percaya amat sih kadang kalo belum dijelasin sampe akar-akarnya. Temen cowok, temen sekelas, satu kepanitiaan, tetangga sendiri, bahkan sodara juga berlaku dicurigai. Intinya nggak boleh deket-deket sama cowok. ngobrol aja sama cowok lain missal tetangga atau sodara yang belum pernah diceritain ke dia, eh tau tau ngambek. #bruh
 
Pemarah (?) 
Yang ini bingung. Kalo pemarah sih ya enggak, tapi kalo enggak ya kayak pemarah. Haaa mungkin ini kebawa dari karakter kerasnya mereka kali ya. Jadi kalo lagi ngobrol dia nggak suka dengan nada tinggi.. wuss kayak digampar pake suara gitu. Tapi pas ditanyain katanya nggak marah -_- heyaah 
 
Egois 
Kenapa egois? Karena biasanya buat ‘kebijakan-kebijakan’ yang sesuka dia aja wekeke jadi gimaneee gitu. Terus kadang apa-apa ngomong ‘aku cowok, kamu harus nurut sama cowok. kalo kamu salah aku tegur dan kamu harus ngerubah. Tapi kalo aku salah kamu negur juga tapi kamu harus tetep nurut sama apa yang aku bilang’ #weh gitu maksudnya apa jal. Jadi mungkin sebenarnya itu ada candaan juga atau nggak gatau. Tapi yang jelas mau si cowok Turki salah kayak apa kita tetep harus nurut. Gaya otoriter yang bisa dinego :')
 
(tambahan beberapa poin akhirnya digabung ajalah soalnya kalo dibuat di dua entri jadi nggak enak sendiri ntar dikira cuma nyebutin baik2nya doang haha padahal sifat yang ‘nyebelin’ juga banyak huehehehe)
Well, sebenarnya dari semua ulasan di atas mengenai gimana sih karakter orang Turki yang sebenarnya tergantung pada pribadi masing-masing karena pasti setiap individu tidaklah sama. Yang ditulis di atas merupakan pengalaman saya pribadi dan beberapa orang yang mungkin akan ada perbedaan dari yang dirasakan orang lain karena itu semua kembali kepada setiap individu masing-masing.
 
Terimakasih 