tidak terasa memang waktu setahun cepat berlalu.


Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dari dulu memang tidak biasa ikut dalam perayaan tahun baru pesta dll. Namun sekali dua kali pernah liat kembang apian di pusat kota bersama teman-teman. 
 
Dulu karena ramai pol, kapok liat lagi. Itu dua tahun yang lalu. Kalo tahun 2015 kemarin sih cukup dengerin dari kamar nggak keluar rumah. Yang penting nyaman aja, nonton film ada teman ngobrol,lupa deh hingar-bingar orang-orang yang sangat antusias dengan kembang api, terompet dan sebangsanya.

Malesnya waktu tahun baru itu macet. Macetnya Jakarta tiba-tiba nular ke sini. Banyak kendaraan plat luar berasa raja seenaknya di jalanan, mungkin mereka pikir jalanan tol kali ngebut kayak keburu-buru -_- walhasil padat merayap. Jarak tempuh ke kampus pun semakin ngadat. Sudah telat semakin telat -___-

Malam tahun baru 2016 bersama dua teman menuju nol kilometer kota. Memang mau lihat kembang api sih, namun niat utama jualan kecil-kecilan. Cari-cari pengalaman di moment tahun baru. Lumayanlah..

Awalnya sih malam tahun baru pengen kemana tapi pasti dimana-mana ramai. Akhirnya terlintas kenapa nggak iseng aja malam tahun baru buat jualan hihi memanfaatkan keramaian.

Sempat terjadi beberapa insiden sesuatu yang jatuhlah sekali dua kali tapi ya buat nguji mental aja hihihi. Hanya beberapa jam menjadi pedagang asongan (yoi gotong-gotong jumbo termos pula wehehe) dapet banyak pelajaran. Berat,tangan sakit, badan pegel semua, malu karena jatuh, dilihatin banyak orang, komplitlah.

Mending sih. Dulu pernah juga jualan di kampus sama temen keliling-keliling malah nggak begitu leluasa. Kalo jualan emang mending di luar sih sebenarnya. Nggak terlalu mikir nominal berapa, cuma nglatih mental dan diri aja.

Memang benar, dunia di luar adalah dunia yang sebenarnya. Jadi inget bahwa bangku pendidikan hanya salah satu jalan ‘nyangoni’untuk menuju ke sana. Kalo kita lihat, banyak orang-orang sukses di luar sana yang berlatarbelakang pendidikan yang pas-pasan atau bahkan jauh dari kata berpendidikan. Mereka menginspirasi. Sebenarnya bukan soal seberapa tinggi jenjangnya, pendidikannya, pangkatnya. Masih banyak mereka yang ulet dan berhasil karena terampil dan tak seorang pun tahu namun dia bisa memanfaatkan peluang. Jadi inget ada temen yang luar biasa kayak gitu.

Mengoreksi diri memang tidak ada habisnya. Jadi pr untuk diri sendiri masing-masing, bahwa mereka yang tak mengenyam pendidikan pun bisa luar biasa, mengapa kita yang dapat kesempatan malah kalang kabut kurang bisa memanfaatkan potensi yang ada.

Dunia luar adalah dunia yang sesungguhnya. Tempat dimana terjal dan kerasnya kehidupan bakal menerjang siapa saja. 
Semoga ya semoga 2016 berkah untuk kita semua. Aamiin.