SEKATEN 2015..
Kraton..
Arum manis..
Telur merah.. dsb
Masa kecil tak pernah absen ke sekaten atau paling tidak ‘lewat’ hehe. Pasar malam sekaten, begitu orang-orang sering menyebutnya merupakan suatu event rutin tahunan selama sebulan yang diadakan di alun-alun utara Yogyakarta.
Banyak pedagang memenuhi altar (alun-alun utara), seperti pedagang makanan kerak telur, bakso tusuk, es pot, dan lain sebagainya. Selain itu, awul-awul (pakaian bekas) tak pernah luput ikut meramaikan perayaan sekaten . Pedagang aksesoris juga nampak banyak di setiap sudut. Untuk wahana permainan, seperti biasa mulai dari kereta mini, komedi putar, bom-bom car, rumah hantu, kora-kora, bianglala, ombak banyu, tong stand, dan sebagainya. Mulai sore menjelang malam, kawasan tersebut pasti ramai dari berbagai kalangan. Masjid Kauman pun demikian sangat ramai , banyak orang beribadah juga mendengarkan pengajian yang sedang berlangsung. Kraton pun dibuka bagi mereka yang ingin melihat sejenak koleksi-koleksi di dalamnya mulai dari senjata-senjata, atribut, lukisan, kereta kencana, hingga mobil kuno klasik.
Sekaten dapat dijadikan alternatif keluarga, dimana orang tua mengajak anak-anaknya untuk meluangkan waktu bersama menikmati hiburan dan atmosfer yang ada. Biasanya sekaten ditutup oleh grebeg maulud dengan ribuan orang memadati alun-alun utara hingga masjid Kauman untuk berebut ‘ngalap berkah’ (mencari/meraup barokah) dari gunungan-gunungan grebeg yang ada.

Seiring waktu berjalan.. beberapa tahun terakhir, sudah lama sepertinya tak mampir ke pasar malam. Tahun ini, tepatnya sebelum maulud, saya datang menyempatkan diri dari minggu tenang yang konon katanya tidak tenang hehe Mungkin kelak kita akan benar-benar merindukan masa kecil. Senyum simpul akan terlukis tanpa kita sadari ketika mata kita spontan tertuju pada banyak hal, lalu rentetan kepingan-kepingan ingatan nan indah tiba-tiba mengisi bayang-bayang benak kita. Dan saat itu bahkan kata-kata pun tak mampu melukiskan hati yang sedang merasa.

 

  • Nostalgia masa kecil.