Padahal di negara kita, mungkin banyak masyarakat menggemari olahan dari organ-organ tersebut di atas, seperti tongseng/gulai (menggunakan daleman isi perut), ceker ayam pedas, kulit krispi, dan sebagainya.

Di Istanbul Turki lebih spesifiknya wilayah Beyoğlu dekat Taksim, ada sebuah tempat makan unik yang berbeda dari lainnya. Ketika sebagian besar penjual sandwich menggunakan irisan daging ayam atau domba termasuk usus (kokoreç) sebagai isian, di tempat ini malah menggunakan irisan daging kepala kambing/domba terkadang lengkap dengan organ mata. Beberapa orang di Turki mungkin menganggap tidak wajar, namun makanan Kelle Söğüş ini rupanya masih banyak peminatnya. Tidak punah diterjang zaman, pemiliknya sudah turun-temurun, berganti generasi, usaha sekarang dipegang oleh pemiliknya yang bernama Muammer Usta. Terkadang, anaknya laki-lakinya menggantikan berjualan. Selain di Istanbul, Kelle Söğüş bisa juga ditemukan di Kota Izmir. bahkan sebelumnya, Kelle Söğüş di Izmir sudah terkenal lebih dulu.  Soal harganya, menu sandwich dipatok seharga 13tl (paling murah), yarim kelle/separo kepala 22tl, dan tam kelle/satu kepala 40tl. Sandwich berisi irisan daging kepala domba ini kurang lebih dicampur dengan irisan maydanoz, garam, oregano, mint bubuk, kimyon (jinten bubuk), cabe bubuk, bawang bombai, dan tomat.

Sudah ada sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, tentu makanan  Kelle Söğüş sudah memiliki banyak pelanggan. Bisa dikatakan bahwa makanan ini sudah cukup melegenda. Beberapa kali tempat makan sederhana ini diliput tv, vlogger kuliner, didatangi banyak tokoh, chef, ahli gizi, juga pengamat kuliner. Tidak hanya itu, Kelle Söğüş Muammer Usta juga dikenal oleh banyak turis asing terutama mereka yang datang dari Tiongkok dan Taiwan. Maka dari itu tidak perlu heran kalau terkadang ada rombongan turis dari negara tersebut memenuhi tempat makan sederhana ini.

Anak dari Muammer Usta sedang menggantikan berjualan melayani pelanggan

Anak Muammer Usta menggantikan berjualan sedang melayani pelanggan

Tempat makan sederhana dengan booth kecil di sudut jalan