Tiga November siang, kantor pos pusat terlihat mulai lengang. Dengan langkah gontai cepat-cepat ambil nomor antrean dan alhamdulillah langsung dipanggil. Setelah ditimbang sekian gram, sedikit percakapan dengan seorang petugas mulai berlangsung. Estimasi waktu sekitar dua minggu yang menghubungkan jarak ribuan mil melalui sepucuk amplop nampaknya terhitung tidak terlalu lama. Sempat muncul pikiran bahwa yang katanya dua hingga tiga minggu namun pada kenyataan sebelumnya berujung hingga satu setengah bulan bahkan sampai dua bulan.
Tampak tidak seperti biasa, dua minggu yang bisa menjadi dua bulan, oh kali ini berbeda. Dalam waktu cukup singkat sepuluh hari amplop yang beberapa hari lalu di depan mata telah sampai di tangan mereka, yap di ujung barat negeri dua benua.
Jumat, tiga belas November siang waktu setempat, surat sampai dengan selamat. Surat untuk Adik. Mereka bahagia, Alhamdulillah aku pun di sini juga. Kesedihan yang terjaga hilang seketika. Mereka kembali tertawa, bernyanyi bersama. Bahagia.
 
 
 
*Agar-agar mengingatkan akan masa-masanya di Indonesia. Hea  (abaikan)