PETUALANGAN HAKAN

Nama Hakan Çalhanoğlu mulai santer dikenal publik internasional semenjak dirinya masih membela klub Hamburg, Jerman. Hakan mengawali karir pada tahun 2010 di klub Karlsruher di usia sekitar 16 tahun. Pada jendela transfer musim panas 2012, pesepakbola kelahiran Mannheim, 8 Februari 1994 tersebut mengawali petualangannya menjadi pemain Hamburg SV yang kemudian dipinjamkan ke klub lawasnya, Karlsruher SC. Sekembalinya ke Hamburg, Hakan berkembang menjadi pemain yang lebih matang. Namanya semakin melambung di awal tahun 2014 saat ia berhasil menyarangkan gol ke gawang Borussia Dortmund dari tendangan bebas cantik setengah lapangan. Pelatih Dortmund saat itu, Jurgen Klopp tak kuasa menyembunyikan kekagumannya yang terlihat dari ekspresi wajah waktu itu. Bakat yang berkembang pesat itulah yang mengantarkannya menjadi pemain muda yang mencuri perhatian di Bundesliga. Ia digadang-gadang menjadi ‘The New Oezil’ setelah menunjukkan beberapa pembuktian dalam spesialis tendangan bebas serta ketidaksengajaan bahwa mereka sama-sama berposisi sebagai gelandang serang. Gol-gol cantik banyak tersaji melalui kakinya.

Pada bursa transfer musim panas 2014, Hakan meninggalkan Hamburg dan bergabung dengan Bayern Leverkusen dengan kontrak selama lima tahun. Sebelum kepindahannya ke Leverkusen sempat terjadi kontroversi yang melibatkan dirinya karena ia mengambil cuti sakit di akhir waktu bersama Hamburg. Cuti sakit tersebut diakui sebagai wujud stress akibat serangan dari beberapa penggemar termasuk vandalisme pada mobilnya. Setelah mendaratkan karir dengan jersey Leverkusen, ia semakin menunjukkan taji dan kekuatan yang tak bisa dianggap remeh. Hal tersebut ia buktikan dengan selalu dijadikannya pemain inti dan pemain kunci dalam pertandingan penting. Hingga pada awal tahun 2017, FIFA menjatuhkan sanksi larangan bertanding pada Hakan Çalhanoğlu selama empat bulan akibat pelanggaran kontrak di masa lalu saat ia masih berseragam Karlsruhe. Pada waktu itu ia menerima € 100.000 dari klub Turki Trabzonspor (th 2011) setelah menyetujui untuk menandatangani kontrak dengan klub tersebut, namun kemudian malah memperpanjang kontraknya dengan Karslruhe.


Juli 2017 menjadi titik penting dalam karir Hakan Çalhanoğlu setelah ia resmi menerima pinangan klub raksasa asal Milan, AC Milan. Ia resmi diboyong ke San Siro dengan kontrak selama empat tahun. Tidak tanggung-tanggung, Rossoneri memberinya nomer punggung 10. Nama-nama besar pernah memakai nomer 10 AC Milan sebelumnya, misalnya Kevin-Prince Boateng, Keisuke Honda, Ruud Gullit hingga Rui Costa. Tidak heran, nomer 10 memang selalu dihubungkan dengan nomer prestise, keramat dan berkarakter. Selain nomer 10, salah satu nomer keramat yang dimiliki AC Milan adalah nomer 7. AC Milan memang klub yang tidak begitu asing bagi Hakan Çalhanoğlu karena sebelumnya pada tahun 2003 pemain Turki Emre Belözoğlu juga pernah merumput di klub serie A itu. Selain itu, mantan pelatih timnas Turki yang sekarang menjadi manager Galatasaray, Fatih Terim juga pernah menjadi pelatih klub di kota mode tersebut.

 

ANTARA TURKI DAN JERMAN

 

Memiliki kesamaan dengan Mesut Oezil tak lantas membuat ia mengikuti jejak si el buho –burung hantu, julukan Oezil- dalam pilihan hidupnya. Lahir di Jerman, Hakan rupanya lebih memilih membela tim nasional leluhurnya, Turki. Banyak pihak yang menyayangkan akan keputusan tersebut, tak lain karena der panzer –julukan timnas jerman- merupakan negara dengan sepak bola terkuat dalam kurun beberapa waktu terakhir. Hakan pernah membela timnas Jerman junior dalam beberapa pertandingan sebelum memutuskan membela Turki. Pesepakbola Turki yang pernah bertandang ke Indonesia dalam tour Asia bersama Hamburg CV melawan Arema Cronus tahun 2014 silam tersebut mengawali debut internasional bersama timnas Turki saat masih berada di level U-16. Bergabungnya Hakan ke timnas Turki menambah amunisi ‘Turki sentuhan Jerman’. Sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak pesepakbola Turki yang memilih merumput di Bundesliga dibandingkan dengan liga lainnya. 

 

HAKAN ÇALHANOĞLU DAN SINEM GÜNDOĞDU

 

Petualangan Hakan berpindah ke beberapa klub dalam karir sepakbola nampaknya berbanding terbalik dengan kisah asmaranya. Lelaki Turki jebolan akademi Karlsruher SC tersebut justru tetap teguh satu hati pada kekasih masa kecil, Sinem Gündoğdu, yang bersamanya sejak 2012. Wanita asal Karadeniz itulah yang berada di balik kesuksesan Hakan. Tidak pernah diterpa isu miring, tahun 2015 keduanya bertunangan dan akhirnya resmi mengikat janji pernikahan pada bulan April 2017 di Mannheim, Jerman. Hari bahagia mereka dihadiri keluarga, kerabat, termasuk rekan-rekan Hakan di Leerkusen. Setelah menikah, keduanya hijrah ke Milan memulai hidup baru dan mencicipi petualangan baru di Liga Serie A..