Waktu mengalir bagai air. Lembaran hari silih berganti. Berkata pada hati untuk bersabar. Menunggu waktu tak kunjung datang. Bulan-bulan berlalu terlampaui. Kini hamparan lautan yang harus diseberangi. Rentetan doa dan harapan terus dipanjatkan. Semoga kelak jalan terbuka lebar.

 

 
Kabar datang hampir setiap hari. Singkat waktu pun sungguh melegakan. Cerita menenangkan atau mengharukan. Pun kesedihan terkadang datang. Rencana-rencana dahulu terus diusahakan. Hingga kini masih mencoba berjalan. Peliknya keadaan kadang melelahkan. Namun mau tak mau harus dilakukan.
 
Di sisi lain perjuangan memenuhi kewajiban memang tak gampang. Untuk negara harus siap sedia penuh kesadaran. Semua ditinggalkan guna mengabdi pada negeri. Hingga pada waktunya kembali dan menyusun rencana kemudian hari. Ketika satu demi satu terlewati.. bersamaan dengan menggantungkan banyak mimpi. Atur strategi sudah pasti terjadi.
 
Waktu berputar tak terasa akan kembali bertukar. Kesabaran seakan ujian yang terus menerjang. Pesan singkat yang dikirim juga pucukan surat ribuan mil, menghantarkan kabar. Bersenda gurau atau sekedar bercerita tentang nusantara dan negeri ottoman. Teman di seberang pun selalu bertanya; kapan datang ?